|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 15 May 2010 |
|
KERAJAAN ALLAH Oleh: Henni Sidabungke, Postulant RSCJ Dalam Kitab Suci, ajaran tentang Kerajaan Allah itu diumpamakan dengan lambang- lambang duniawi: harta terpendam, mutiara, perjamuan, kebun anggur, pesta perkawinan, dan lain- lain. Pokok tentang ajaran Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus adalah kerajaan batin, bukan kerajaan duniawi yang memiliki wilayah atau teritori. Dalam hal ini, manusia harus menyempurnakan diri seperti Allah, saling mencintai sesama, dan juga mencintai Allah segenap hati dan melakukan ajaran dan laranganNya. |
|
Last Updated ( Saturday, 15 May 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Book Review “The Inner voice of Love” |
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 24 April 2010 |
|
Book Review “The Inner voice of Love” Oleh: Hortencia Ferreira, Novis RSCJ Pendahuluan Buku the Inner Voice of Love (Bisikan Cinta Tersembunyi ), mengisahkan pengalaman hidup Henri J.M.Nouwen dan relasinya yang sangat intim dengan Allah. Banyak pengalaman yang membuat Nouwen sadar bahwa betapa besar Tuhan Allah bekerja dan bertindak dalam kehidupannya, secara khusus dalam setiap peristiwa yang membuat dia semakin mengenal Allah secara lebih dekat. Namun dari setiap pengalaman yang Nouwen alami, membuatnya merasakan banyak keraguan, dan yang selalu ia pertanyakan adalah : Apakah saya mampu bertahan dalam hidup? segala sesuatu yang dikerjakan dianggapnya tidak berarti. Kekuataanya untuk tetap hidup, bekerja, perasan dicintai, harapan untuk bisa membuat orang lain dekat dengan Tuhan dan ini semua menjadi keraguan akan imannya kepada Allah. |
|
Last Updated ( Saturday, 24 April 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 24 April 2010 |
|
Review Film Oh God! Oleh: Lusni Sitanggang, Postulant, RSCJ Pengantar : Sebagai manusia bijak menonton bukanlah hanya sekedar menghabiskan waktu saja atau cuci mata yang biasa disebut rekreasi atau hiburan. Ada juga pepatah mengatakan “ waktu itu adalah uang”. Maka jadikanlah setiap detik itu berharga, karena waktu itu terus berjalan dan tidak bisa diputar ulang. Waktu bukan seperti kereta api Yang bisa berhenti sejenak untuk menampung penumpang atau mobil angkutan yang bisa mundur dan berhenti untuk menunggu penumpang. Setiap pergantian kita diharapkan untuk berhenti sejenak untuk tarik nafas yang disebut dengan istilah fekleksi ataupun evaluasi. |
|
Last Updated ( Saturday, 24 April 2010 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
| Results 5 - 8 of 10 |